Fahmi Fahreza

Universitas Halu Oleo: Workshop Penyusunan Dokumen Akreditasi Berbasis AI

Workshop dua hari bagi dosen Universitas Halu Oleo: menyusun dokumen akreditasi program studi dengan bantuan AI, mulai dari kerangka berpikir sampai praktik langsung.

Konteks acara

Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Halu Oleo (LPMPP UHO) menghadirkan Workshop Penyusunan Dokumen Akreditasi Program Studi Berbasis Artificial Intelligence (AI) Batch II sebagai pelatihan intensif dua hari, 28 sampai 29 Agustus 2026, di Kendari.

Dokumen akreditasi adalah pekerjaan yang berat justru karena sifatnya: volumenya besar, formatnya ketat, datanya tersebar di banyak unit, dan tenggatnya jarang longgar. Peserta workshop ini adalah dosen yang menanggung pekerjaan tersebut di samping tugas mengajar, sehingga materi perlu langsung menyentuh beban kerja yang nyata, bukan berhenti di pengenalan AI secara umum.

Kerangka berpikir

Sesi pertama sengaja tidak dimulai dari tools. Peserta lebih dulu dibawa ke kerangka berpikir yang dipakai sepanjang workshop: lima elemen dan lima pertanyaan, yaitu input, proses, output, konteks, dan validasi.

Urutan ini membuat peserta terbiasa bertanya sebelum meminta hasil ke AI. Dokumen atau data apa yang masuk? Apa yang perlu dilakukan terhadap input tersebut? Hasil seperti apa yang diharapkan? Konteks apa yang membuat hasilnya relevan untuk program studi masing-masing? Dan yang paling penting, bagaimana cara memeriksa bahwa hasilnya benar. Dengan kerangka ini, peserta membangun cara berpikir yang bisa dipakai ulang untuk kebutuhan lain, bukan sekadar menyalin prompt.

Pendekatan hands-on

Setelah kerangka berpikir terbentuk, sesi berlanjut ke praktik langsung. Peserta mengerjakan dokumen dan data dari program studi mereka sendiri, lalu didampingi satu per satu ketika menemui kendala di laptop masing-masing.

Pendampingan ini penting karena hambatan yang muncul biasanya spesifik: struktur data yang tidak seragam, konteks program studi yang berbeda, atau hasil AI yang perlu dikoreksi agar sesuai standar penilaian. Menyelesaikannya di tempat membuat peserta tahu persis di mana proses bisa dipercepat dan di mana penilaian manusia tetap harus masuk.

Takeaway

Hasil yang dibawa pulang peserta bukan sekadar draft dokumen, melainkan kemampuan menyusun dokumen akreditasi secara mandiri dan efisien dengan dukungan teknologi AI. Bagian mandiri inilah yang menjadi tujuan utamanya: peserta tidak bergantung pada satu prompt atau satu tool tertentu.

Untuk institusi pendidikan yang menghadapi kebutuhan serupa, format dua hari seperti ini cocok ketika pesertanya perlu langsung mengerjakan dokumen nyata, bukan sekadar mengikuti demonstrasi. Diskusikan kebutuhan acara melalui halaman kontak.

Dokumentasi sesi

Fahmi Fahreza membawakan workshop di Universitas Halu Oleo, di depan backdrop Workshop Penyusunan Dokumen Akreditasi Program Studi Berbasis Artificial Intelligence (AI) Batch 2
Fahmi Fahreza menjelaskan materi di Universitas Halu Oleo sambil memegang mikrofon, dengan slide alur input sampai output di layar
Fahmi Fahreza mendampingi seorang dosen peserta di depan laptop pada sesi praktik langsung di Universitas Halu Oleo
Foto bersama peserta workshop akreditasi berbasis AI di Universitas Halu Oleo, diambil di ruang pelatihan menghadap backdrop acara

Foto dokumentasi dari sesi ini.